RSS

Q&A Seputar Video Balun (2)

Q & A Video Balun (2)

Dapatkah satu kabel UTP dipakai menyalurkan sinyal video dan data untuk mengontrol speed dome?
Ya, untuk menyalurkan 4 sinyal video gunakanlah tipe TTP414V atau TTP444. Jika ingin mengontrol speed dome gunakan tipe TTP414VD yang menyalurkan 3 sinyal video dan 1 sinyal data RS-485 dari keyboard.


Apakah video balun mendukung sinyal broadband RF/VHF/UHF?
Tidak, video balun tidak bisa dipakai untuk menyalurkan sinyal-sinyal RF.


Dapatkah dipakai untuk mengirimkan sinyal dari VGA?
Ya, gunakanlah VGA Converter VD102 dan TTA111VGAR untuk keperluan ini hingga mencapai jarak 300m.


Apakah mendukung sinyal wide band atau TV kabel?
Tidak, video balun tidak diperuntukkan bagi pemakaian sinyal-sinyal wide band atau TV kabel.


Mengapa gambar menjadi “rolling”?
Penyebab terjadinya rolling pada gambar adalah interferensi dari power di sepanjang jalur  kabel atau jarak kabel yang terlalu jauh. Untuk mengurangi interferensi, maka pada kabel coaxial bisa ditambahkan filter CB001VH (Coaxial Balun), sedangkan untuk kabel Twisted Pair bisa memakai TTP111VH (tipe pasif-jarak pendek) atau TTA111VH (aktif-jarak jauh).
Mengapa pula terjadi ayunan gelombang (“power waving”) pada gambar?

Baik kabel coax maupun twisted dapat terpengaruh oleh ayunan gelombang yang disebabkan oleh Frekuensi Tinggi (seperti radio) atau dari Perbedaan potensial ground dari kabel power yang tidak balance. Untuk itu kita bisa menambahkan Video Ground Loop Isolator tipe GL001.  Tetapi, untuk memastikan penyebabnya bukanlah perkara yang mudah, sehingga kami menyarakan agar memeriksa setiap titik sambungan kabel. Untuk memblok intereferensi dari gelombang elektromagnetik, listrik tegangan tinggi maupun pengaruh dari BTS, gunakanlah Video Transformer Filter seperti tipe CHB001.
Mengapa warna menjadi pudar dan gambar tidak stabil? Mengapa pula gambar pada DVR tidak muncul, tetapi  jika menggunakan monitor gambar normal-normal saja?
Sinyal video akan mengalami penurunan saat melewati kabel, baik coaxial maupun twisted pair. Khusus untuk sinyal yang masuk ke input DVR (dari analog menjadi digital), maka peredamannya akan lebih besar. Jika sinyal output kurang dari 0.8Vpp, maka kualitas gambar akan jelek dan cenderung berbayang (istilahnya: ghost). Untuk mengatasinya, maka:
A. Pada coaxial ditambahkan video amplifier CA101 / CA101A / CA404 / CA101VH di depan DVR untuk mendorong sinyal.
B. Pada twisted pair gunakan kombinasi balun pasif – aktif semisal TTA111VR / TTA111AVR / TTA414VR / TPA008 /TPA016 yang memiliki pengontrol brightness dan sharpness built-in. Jika jaraknya lebih dari 1.5km gunakanlah kombinasi balun aktif – aktif.
Saat gambar  dipecah ke monitor dan DVR, mengapa gambar pada monitor terlihat bagus (normal) sementara pada DVR kelihatan tidak stabil atau menjadi hitam putih?
Jika video dipecah secara langsung, maka terjadi penurunan pada sinyal yang menyebabkan gambar menjadi tidak stabil. Untuk itu  gunakanlah distributor aktif semisal CD102 / CD408/CD816 yang memiliki penguatan sama dengan 1 (unity gain) sebelum didistribusikan.  Jika videonya banyak dan jaraknya berjauhan, gunakan distributor yang memiliki penguatan seperti CD102A/CD408A/CD816A yang memiliki high frequency compensation built-in serta pengontrolan sharpness dan brightness.


Mengapa saat memakai balun aktif semisal TTA111V atau TTA111AV, gambar malah menjadi terlalu cerah atau putih seperti salju?
Cobalah periksa kembali hal-hal di bawah ini:
A. Balun tipe aktif dirancang untuk jarak jauh dan memiliki penguat sinyal. Jika jaraknya di bawah 100 meter, penguatan sinyal masih terlalu kuat sehingga menghasilkan warna putih dan goyang. Saran kami gunakan unit ini untuk jarak di atas 100 meter atau menggantinya dengan unit pasif seperti TTP111 agar lebih murah.
B. Receiver aktif memiliki “5 posisi pengaturan jarak”. Silakan pilih yang paling sesuai dengan jarak kabel untuk mengatasi  sinyal yang lemah.
 

Comments are closed.

 
%d bloggers like this: