RSS

Perlukah Memakai Video Balun?

Masih Seputar Video Balun

 

Dibandingkan dengan Coaxial, kabel twisted pair UTP memiliki keunggulan terutama dalam meredam interferensi. Ini disebabkan karena sifatnya yang balance, sehingga efek ground loop bisa dikurangi bahkan menjadi hilang. Ground loop merupakan masalah yang kerap terjadi pada instalasi kabel coaxial jarak jauh, sehingga menyebabkan gambar menjadi bergetar atau bergaris. Namun, sebelum memutuskan apakah akan memakai Balun (kabel UTP) atau tetap memaakai coaxial, ada sejumlah faktor yang perlu mendapat perhatian, diantaranya:

 


A. Desain Sistem

Hal ini meliputi:
1. Kompleksitas Desain.
2. Jarak.
Kompleksitas desain contohnya::
a. Monitor di beberapa lokasi yang saling berjauhan dengan input camera yang sama.
b. Beberapa titik camera dalam satu gedung, tetapu ingin disalurkan ke gedung lainnya.
c. Output DVR yang didistribusikan ke ruangan lain.
d. Gedung yang terpisah-pisah dalam satu lahan.
d. Monitor tunggal di Pos Security, tetapi jaraknya jauh.
e. dan sepertinya.
Pada aplikasi jarak pendek di bawah 100m sistem video Balun ini tampaknya belum dirasakan murahnya (cost effective), kecuali menghemat waktu dan tenaga. Sedangkan untuk jarak-jarak jauh di atas 100m, cost effectivenya sudah kian terasa.
B. Perhitungan Panjang
Panjang yang dimaksud adalah overall cable length yang dihitung mulai dari titik output camera sampai dengan titik input peralatan. Jadi, jika dari camera menggunakan coaxial katakanlah 50m menuju balun, maka yang 50m inipun dimasukkan ke dalam panjang kabel.
C. Kualitas Kabel

Untuk hasil yang optimal perlu diperhatikan kualitas kabel UTP 5 yang dipakai. Cara praktisnya adalah dengan mengukur resistansi kabel saat masih tergulung. Digital multimeter memberikan hasil pembacaan yang mudah. Sebagai referensi, nilai 29.5 ohm adalah resistansi terkecil yang pernah kami jumpai pada satu merk kabel UTP Category 5 (1 roll). Makin kecil nilai resistansi satu kabel, maka semakin baik kualitasnya. Selain itu perhatikan pula homogenitasnya. Artinya, setiap pair harus memiliki resistansi yang merata. Kami pernah menjumpai kabel berkualitas rendah dimana resistansinya selain besar juga tidak sama antara setiap pairnya.

 

sumber : http://tanyaalarm.blogspot.com

 

Comments are closed.

 
%d bloggers like this: