RSS

Mengenal Istilah Alarm (Bagian 2)

Mengenal Istilah Alarm (Bagian 2)

Zone List

Zone list adalah daftar yang berisi nomor zone beserta lokasinya. Biasanya pabrikan menyediakan stiker khusus untuk diisi dan ditempel di balik penutup keypad, sehingga user bisa mengingat lokasi zone dengan mudah. Seperti pada ilustrasi denah sebelumnya, maka pada Zone List bisa ditulis misalnya seperti ini:
Zone
Location
1
MC Pintu Garasi/Pintu Utama
2
MC Jendela R.Tamu
3
PIR R.Tamu
4
MC Pintu Tengah
5
MC R.Tidur Utama
6
MC Jendela R.Tidur 3,4
7
MC+PIR Kantor
8
PIR Hal.Belakang
MC menyatakan sensor Magnetic Contact (Door Contact) sedangkan PIR menyatakan sensor Passive Infra Red. Oleh karena stiker Zone List ini umumnya berukuran kecil, maka adakalanya penamaan zone terpaksa disingkat, misalnya “J.R.Tdr.Ut” untuk menyatakan jendela ruang tidur utama atau “Pnt.Grs” untuk pintu garasi dan sebagainya. Atau ada yang menyebutkan dengan tipe zonenya, misalnya “MC Pnt.Ut. (Dly)” yang artinya MC pintu utama dengan sifat delay atau “EM R.Tidur (24H)” yang maksudnya tombol emergency di ruang tidur (sifatnya 24H) dan seterusnya.  Pendeknya, penamaan zone ini terserah masing-masing, yang penting mudah diingat. O, ya, lokasi zone ini sangat membantu Teknisi dalam menyervis seandainya terjadi trouble pada sistem alarm kita.
Keypad
Keypad berfungsi untuk mengontrol dan mengoperasikan sistem. Dilihat dari modelnya, maka dikenal dua jenis keypad yang populer, yaitu keypad jenis LED dan LCD, seperti terlihat di bawah ini.
                                                                LED Keypad
 
                                                                                                           LCD Keypad
 
Keypad LED (singkatan dari Light Emitting Diode) hanya berupa deretan lampu yang mewakili nomor zone. Lampu ini menyala saat ada zone yang terlanggar dan berkedip saat terjadi alarm. Keypad LCD (singkatan dari Liquid Crystal Display) tampil dengan bentuk huruf dan angka, sehingga lebih informatif. Tampak pada gambar, keypad LCD bisa menampilkan jam dan tanggal. Selain itu nomor zone-nyapun bisa diberi nama, misalnya: “Pintu Garasi”, “Jendela Depan”, “Pintu Utama”. Dengan begitu, user tidak perlu mengingat-ingat nomor zone dan lokasinya seperti pada keypad LED.

Bypass / Isolate

Bypass adalah menon-aktifkan satu atau beberapa zone untuk sementara waktu, sedangkan zone lainnya aktif. Misalkan di ruangan kantor masih ada kegiatan, maka kita bisa menon-aktifkan  Zone 7 ini untuk sementara waktu. Atau sebagai alternatif lain, kita bisa memanfaatkan feature Force Arm dengan membiarkan pintu kantor terbuka sedikit saat sistem alarm diaktifkan. Jika khawatir akan bahaya, maka anda bisa melengkapi pintu dengan rantai penahan atau teralis (teknisnya terlalu detail, tapi kami harap anda bisa membayangkannya).
User Code
User Code adalah “PIN” yang dipakai user untuk mengoperasikan sistem alarm, baik mengaktifkan, mematikan, membypass zone, mematikan bunyi siren dan mengatur fungsi lainnya. Ada “kebiasaan” yang sebenarnya harus dihilangkan, yaitu Teknisi tidak mengubah Master Code asli  “1234” menjadi code lain. Ini bisa jadi sangat berbahaya, karena code ini mudah sekali ditebak. Oleh sebab itu, segeralah ajarkan kepada user cara mengganti code 1234 ini dengan code yang dia kehendaki.
Installer Code
Ini adalah “PIN” teknisi untuk masuk ke dalam menu program panel alarm. Code inipun jarang sekali diganti dari aslinya dan bisa jadi “orang lain”pun bisa masuk ke dalam menu programming.

Chime 
Chime adalah bunyi kecil pada keypad saat ada sensor yang mendeteksi, tetapi tidak disertai bunyi sirine, karena sistem sedang tidak aktif (Disarm). Feature ini berguna untuk mengetahui kehadiran seseorang di ruangan atau pada saat melakukan pengujian sensor PIR (Walk Test), tanpa membunyikan sirine.

Ready
Apabila lampu Ready pada keypad menyala, itu artinya semua sensor dalam kondisi normal. Dengan kata lain, semua pintu dan jendela sudah tertutup dan sistem alarm siap untuk diaktifkan (Arm). Namun, apabila lampu Ready ini mati, maka tandanya masih ada zone yang belum normal (masih ada pintu atau jendela yang terbuka atau sensor Beam yang terhalang mobil parkir atau pohon). Dalam kondisi ini, sistem alarm tidak bisa diaktifkan, kecuali dengan menutup pintu/jendela terlebih dulu atau mem-bypass zone tersebut.

Trouble
Trouble atau gangguan pada sistem alarm pada umumnya ada tiga yang utama, yaitu: Listrik Mati (AC Failure), Baterai Lemah (Low Batt) dan Telepon Gagal Menghubungi (Fail Comm). Selain itu sistem akan mengindikasikan trouble apabila kabel sirinenya putus (Bell Circuit Trouble). Trouble pada alarm pada umumnya bisa diatasi sendiri oleh user, kecuali jika sudah menyangkut instalasi kabel dan False Alarm. Pada saat terjadi trouble, keypad akan berbunyi secara periodik dan lampu System menyala berkedip-kedip. Trouble ini ada yang bisa pulih sendiri (self restore), seperti listrik mati dan low batt, namun ada pula yang perlu penanganan Teknisi, semisal kabel putus atau telepon yang gagal menghubungi handphone pemilik maupun  dialing ke  Central Monitoring Service (CMS).

Bell Duration (Siren Time)
Ini menyatakan berapa lama sirine berbunyi saat alarm terjadi. Pada kebanyakan merk panel, waktu bunyi sirine ini bisa diatur dari 1 menit hingga 255 menit (lebih 4 jam!). Harga yang umum diprogram oleh Teknisi biasanya sekitar 2 – 4 menit saja, kecuali ada permintaan khusus dari customer. Perlu diketahui, walaupun bunyi sirine telah berhenti, namun sistem alarm tetap aktif selama belum dimatikan (Disarm) melalui PIN. Artinya, saat pencuri kembali melakukan aksinya, maka sirine akan berbunyi lagi dan lagi, sampai waktu habis dan sistem dimatikan.

False Alarm (Alarm Palsu)
Ini adalah istilah untuk menyatakan gangguan alarm yang paling sering terjadi, yaitu berupa bunyi sirine, tetapi bukan disebabkan oleh adanya pencuri.

Swinger Shutdown
Menyatakan berapa kali satu zone boleh mendeteksi setelah waktu siren habis selama sistem belum dimatikan. Tujuannya adalah untuk mengurangi tingkat kebisingan suara dan mengurangi traffic report ke Central Monitoring Station (CMS).

Central Monitoring Station (CMS)
Merupakan badan usaha swasta yang menyediakan layanan penerimaan sinyal alarm dari client-nya (disebutnya Account).  Selanjutnya CMS memungut sejumlah fee dari client sesuai dengan paket yang disepakati. Nantinya semua aktivitas alarm di tempat client akan diawasi penuh oleh CMS, termasuk pada saat situasi darurat (emergency) yang memerlukan bantuan aparat berwenang, seperti polisi atau pemadam kebakaran. Komunikasi antara panel alarm dengan “mesin” CMS dilakukan secara otomatis, baik melalui saluran telepon biasa (PSTN) maupun sinyal GSM.

 

Comments are closed.

 
%d bloggers like this: