RSS

Merancang Power Supply untuk CCTV (2)

Installing a Simple and Good CCTV Power (Part 2)

The Most Common Problem: Drop Voltage!

Diagram di atas memperlihatkan salah satu cara dalam memberikan supply pada camera 12VDC. Sepertinya cara inilah yang paling umum dipakai dalam instalasi camera, terutama di rumah-rumah tinggal. Kabel power ditarik ke pusat monitor dan adaptor plug-in dipasang berjejer pada stop kontak berlubang banyak.

Problematika Utama
1. Drop Voltage (Drop Tegangan). Resiko inilah yang paling sering terjadi, terutama jika kabel untuk power-nya menggunakan kabel tunggal berdiameter kecil (kabel telepon 2 x 0.5mm). Bahkan, untuk kabel telepon yang dekat sekalipun (katakanlah 5m), tegangan pada camera bisa drop secara signifikan. Untuk menguji kualitas tegangan di ujung camera, kita bisa menggunakan tester ST-BT01Q.
2. Poor Video Quality. Akibat power camera yang kurang, maka kualitas gambar yang dihasilkanpun cenderung terganggu. Gambar yang tidak steady, bergaris-garis dan kusam merupakan ciri khas dari camera yang menderita kekurangan tegangan.
3. Interference. Gangguan inipun bisa disebabkan oleh drop tegangan, sehingga mengakibatkan sinyal output camera menjadi lemah (di bawah 1 Vpp). Interferensi ini disebabkan oleh jeleknya angka signal to noise (S/N ratio), yaitu  perbandingan antara sinyal output camera dengan noise yang muncul di sepanjang kabel video (kabel coaxial). Semakin besar nilai S/N, maka kualitas gambar akan semakin baik. Oleh sebab itu sinyal output camera yang kuat menjadi satu keharusan, karena ia akan mengalahkan noise (interferensi).
4. Need More Space. Adaptor plug-in yang berjajar seperti ini dinilai tidak praktis, karena memerlukan spasi ekstra untuk menempatkan stop kontak berlubang banyak.
5. Need More Times (and wires,too!). Kabel power yang ditarik berdampingan dengan kabel coaxial seperti ini memerlukan waktu instalasi cukup lama dan jumlah kabel yang banyak pula.
Saran
Jika tidak ada cara lain selain memakai cara ini, maka alternatif solusinya adalah:
1. Gunakanlah kabel berdiameter besar untuk power, misalnya kabel listrik jenis NYMHY 2×0.75mm yang berbentuk pipih atau sejenisnya.
2. Gunakanlah adaptor yang unregulated (walaupun jarang ada di pasaran). Adaptor tipe ini memiliki tegangan output 16VDC – 18VDC (tanpa beban), sehingga saat sampai di ujung camera, tegangannya masih di atas 12VDC.
3. Boleh juga menggunakan variable power supply, yaitu power supply yang tegangan outputnya bisa diatur melalui putaran potensiometer.
 

Comments are closed.

 
%d bloggers like this: