RSS

Mengapa DVR Jadi Tidak Bisa Merekam? (Bagian 3-Habis)

Mengapa DVR Jadi Tidak Bisa Merekam? (Bagian 3)

Apapun yang terjadi, saran kami jika tidak terpaksa jangan memakai berbagai mode perekaman dengan dalih menghemat hard disk. Cara ini memang bisa dilakukan, tetapi akan berdampak negatif pada sistem. Memakai mode rekaman yang berbeda-beda di setiap Channel menyebabkan sistem cenderung tidak stabil (paparan untuk soal ini lumayan panjang, namun bagaimana dengan pengalaman Anda?). Selain itu, perhitungan mengenai durasi rekamanpun menjadi tidak bisa dilakukan, sebab variabelnya tidak menentu. Maka dari itu, jangan heran jika ada merk DVR yang malahan tidak bisa melakukan hal ini. Artinya, semua Channel hanya bisa memakai mode rekaman yang sama (tidak bisa dicampur). 
 
4.  Pastikanlah indikator rekaman benar-benar tampil pada display
Pesan ini terdengar lucu, tetapi tidak ada salahnya jika kami ingatkan kembali, sebab ini adalah indikator satu-satunya bahwa DVR kita telah melaksanakan fungsinya dengan benar. Indikator ini bisa berupa tulisan REC, bulatan merah, simbol orang (mode Motion) atau tanda jam (mode Schedule). Pastikan pula OSD (On Screen Display) untuk mode ini tidak dibuat Disable.
5. Waspadailah Overwrite
Seringkali kita tidak bisa memastikan kapan rekaman kita mulai ditimpa dengan rekaman baru (overwrite) dan bagian mana saja dari hard disk yang masih tersisa. Hal ini dikarenakan karakteristik penghapusan pada DVR tidak sama persis dengan pita analog. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengamatan secara seksama kapan rekaman ini benar-benar habis. Gunakan utility Space Calculator dan sebagai pendekatan ambillah durasi 1 minggu. Catatlah hasilnya. Overwrite menyebabkan rekaman lama kita menjadi hilang dan tidak bisa kembali lagi. Oleh karena itu waspadilah hal ini dan kalau perlu buatlah pilihan ini menjadi Disable dulu, paling tidak sampai kita benar-benar memahami karakteristik DVR kita.
6. Jangan Lupa Backuplah Program Setting
Jika performa DVR kita sudah memuaskan, maka jangan lupa untuk men-save setting programnya ke dalam flash disk melalui menu Backup Settings atau menu yang semisalnya. Jadi saat DVR kita “ngadat” dan kebetulan vendor “berbaik hati” untuk menggantinya dengan DVR baru yang sejenis, maka kita tidak perlu repot lagi men-setting ulang DVR baru ini dari awal. Cukup kita me-Restore saja settingan yang sudah di-save tadi ke DVR pengganti melalui menu Restore Settings.
 

Comments are closed.

 
%d bloggers like this: