RSS

Kabel Power untuk Photoelectric Beam

Kabel Power Untuk Beam (1)

Pada instalasi sensor photoelectric beam dalam jumlah banyak serta jarak yang lumayan jauh, kita kerapkali dihadapkan pada masalah pengaturan kabel di panel control. Mengatur kabel yang terjurai seperti mie dan berdatangan dari berbagai penjuru bukanlah perkara mudah. Belum lagi jika kita berlomba dengan deadline proyek yang semakin dekat, maka biasanya koneksi kabel dilakukan asal jadi. Guna menghindari hal itu, maka untuk sensor beam outdoor, teknik pemisahan antara kabel power dengan kabel sinyal menjadi isu penting. Hal ini akan memudahkan pekerjaan teknisi dalam mengatur kabel. Selain itu pula penambahan external power supply juga perlu dilakukan agar control panel tidak overload. Marilah kita mulai dengan ilustrasi di bawah ini.
Ilustrasi di atas menggambarkan pemasangan outdoor beam pada tiang yang dipasang secara back-to-back (berpunggungan). Jarak control panel diperkirakan sekitar 300m dari beam terjauh. Dalam hal ini, panjang kabel menjadi faktor yang menentukan. Jika cukup jauh, maka adakalanya kita tidak mungkin menarik kabel alarm isi 4 biasa (2x2x0.6mm) secara langsung ke panel, karena tegangan kerja untuk beam cenderung drop. Oleh sebab itulah pada instalasi berat seperti ini, gunakanlah kabel listrik jenis NYMHY 4 x 1.5mm atau lebih yang dipasang di dalam pipa conduit semisal EGA High Impact dan sejenisnya. Adapun sebagai panduan umum (rule of thumb) dalam bekerja, maka:
1. Tariklah satu kabel NYMHY 4 x 1.5mm ke setiap tiang.
2. Tandai setiap tiang dengan alphabet, misalnya tiang A, B, C dan seterusnya.
3. Tandai kabel dengan numerik, misalnya 1, 2, 3 dan seterusnya.
4. Buatlah satu Tabel Tiang dan Kabel (mis.Tiang A = Kabel no.1, Tiang B = Kabel no. 2 dan seterusnya).
5. Kumpulkan kabel-kabel ini pada satu Box Power Supply yang berfungsi juga sebagai kontak terminal (terminal strip).
6. Kelompokkan semua kabel merah dan kabel hitam, yaitu untuk supply tegangan ke setiap beam (12VDC – 24VDC).
7. Kelompokkan pula kabel biru dan kuning untuk NC-COM yang berasal dari Receiver (RX).
8. Aturlah penyambungan kabel pada terminal strip di dalam box Power Supply.
9. Setelah itu gunakan kabel multicores (isi banyak) ukuran 0.6mm untuk hubungan ke panel control. Catatan: jarak box power supply dan control panel usahakan sedekat mungkin.
10. Buatlah keterangan warna-warni kabel dalam satu kertas untuk ditempelkan di dalam box. Data ini penting saat melakukan pemeliharaan (maintenance) ataupun troubleshooting.
Oleh karena beam tidak mengambil power dari control panel, maka beban panel akan  ringan, bahkan hampir tidak ada beban. Konsekuensinya, power supply external ini memerlukan backup battery, agar beam tidak trigger pada saat listrik mati. Penarikan kabel telepon isi banyak dari box power supply ke control panel akan memudahkan pekerjaan teknisi. Mereka tidak perlu menumpuk kabel power di panel, tetapi cukup melakukan penyambungan untuk zone-zonenya saja.

 

 

sumber : http://tanyaalarm.blogspot.com

 

Comments are closed.

 
%d bloggers like this: