RSS

Faktor yang Memengaruhi Access DVR Via Internet (Bagian 4)

Faktor yang Memengaruhi Access DVR via Internet (Bagian 4)

6. Faktor DDNS Server Updater

DNS adalah kependekan dari Domain Name System. Secara sederhana ia merupakan penerjemah alamat IP berupa angka menjadi satu nama yang unik. Jika mesin (jaringan) lebih mengerti angka (digit), maka manusia tidaklah demikian. Manusia lebih mudah menghafal nama ketimbang angka. Contoh: manusia akan lebih mudah mengingat nama seperti http://www.google.com ketimbang mengingat alamat IP-nya 209.85.227.106 atau http://www.yahoo.com daripada menghafal 72.30.2.43, bukan? Pendek kata, DNS  tak ubahnya seperti phonebook atau contacts pada handphone. Pernahkah kita mengingat-ngingat nomor telepon rekan kita saat hendak menghubungi? Tentu saja tidak, bukan? Karena semuanya sudah tercantum pada phonebook. Kita tinggal mengarahkannya kepada nama rekan kita, lalu tekan call, maka seketika itu juga nomor telepon rekan kita tertera di layar. Ya, seperti itulah kira-kira cara kerja DNS.
Sedangkan DDNS adalah kependekan dari Dynamic Domain Name System. Mengapa kita perlu menggunakan layanan DDNS semisal DynDNS untuk koneksi DVR kita? Jawabannya adalah karena alamat IP yang diberikan oleh Speedy (yang disebut dengan WAN IP) selalu acak (random) alias tidak pernah tetap. Konsekuensinya, saat kita akan mengakses DVR, maka kita perlu mengetahui alamat WAN IP Speedy kita saat itu berapa. Tentunya hal ini merepotkan, bukan? Oleh sebab itulah kita memerlukan layanan jasa yang disebut dengan DDNS Server. Dengan demikian kita tidak perlu pusing-pusing memikirkan berapa alamat IP kita sekarang, karena sudah ter-update di DDNS Server, misalnya dvrrumah.dvrdns.org atau nama lainnya. Untuk seterusnya, alamat itulah yang dipakai untuk mengakses DVR kita.
Pabrikan DVR tertentu menyediakan layanan jasa serupa. Sebut saja CNB dengan autoipset-nya. Menggunakan layanan ini sangat mudah, kita hanya perlu mendaftar (Registration) dengan memasukkan user name dan password.  User name dan password ini nantinya dicantumkan dalam setup DDNS pada DVR kita dengan memilih service autoipset.com tentunya. Saat on, DVR akan meng-update koneksi internetnya ke autoipset.com.

Kendala yang seringkali terjadi di lapangan adalah saat dimana DVR tidak berhasil diakses , padahal sebelumnya berhasil dengan sukses. Sebagian masalah bisa teratasi dengan me-reboot modem ADSL Speedy, sehingga koneksi internetnya menjadi fresh kembali. Sebagian masalah lain masih menyisakan misteri dan tanda tanya: apakah modem yang terus menerus on (non-stop) akan berpengaruh pada stabilitas koneksi, sehingga perlu reboot? Jawabannya bisa beragam, mulai dari kualitas modem yang jelek, DVR yang gagal update atau Speedy-nya lagi jelek dan sebagainya. Namun, bagaimanapun juga menurut sisi kami me-reboot modem adalah salah satu cara cerdas dalam mengatasi masalah ini kendati banyak orang yang malas melakukannya. Alternatif lain yang bisa dilakukan adalah dengan memasang timer pada power modem yang bisa off dan on kembali dalam selang waktu 10 – 30 detik saja setiap harinya. Silakan mencoba!

 

sumber : http://tanyaalarm.blogspot.com

 

Comments are closed.

 
%d bloggers like this: