RSS

Bandwidth pada IP Cam dan Bagaimana Cara Mengamatinya (Bagian 2)

Bandwidth pada IP Cam dan Cara Mengamatinya – Bagian 2

Apakah tools yang bisa digunakan untuk mengetahui bandwidth?
Jika produk IP Cam sudah dilengkapi dengan program aplikasi semisal Net Viewer, CMS atau lainnya dari pabrik, maka saat aplikasi dibuka, setiap channel akan menampilkan besarnya bandwidth pada resolusi dan codec yang dipilih. Contohnya seperti di bawah ini, yaitu IP Cam dengan codec H.264 pada resolusi 1280×720, 25fps memberikan bandwidth sebesar 364 kbps (abaikan penulisan B yang salah pada clip di bawah!).
364 kbps ini baru untuk satu camera (bandingkan dengan paket telkom speedy 384kbps yang iuran per bulannya sekitar 200 ribu rupiah!). Bagaimana jika ada sejumlah IP cam dalam satu jaringan, tentunya kita repot jika harus menjumlahkannya satu per satu, bukan? Selain itu, oleh karena real time, maka angkanyapun selalu berubah-ubah, walaupun selisihnya tidak besar. Ini yang menyulitkan.
Namun jangan khawatir, sebab kita bisa memanfaatkan utility Task Manager bawaan Windows. Setelah semua camera online, tekanlah pada keyboard PC tombol Ctrl-Shift-Esc, maka akan tampil layar Windows Task Manager. Pilihlah kolom Networking. Nah, di sanalah kita bisa melihat berapa bandwidth total dari semua IP Cam yang “mengalir” ke PC kita secara real time. Jika kita bandingkan dengan tampilan dari utility IP Cam, hasilnya relatif sama. Terlihat di sana, bahwa kita punya 100 Mbps, karena ini adalah LAN.
Clip di atas memperlihatkan, bahwa camera ini baru memakan 61 kbps (0,6% dari total bandwidth yang tersedia). Perhatikan tampilan yang hampir sama diperlihatkan pada Task Manager.
Pada gambar kedua, kita bisa melihat dua hal:
1. Pemilihan Codec sangat berpengaruh pada bandwidth. H.264 memakan bandwidth lebih sedikit ketimbang MJPEG (hanya 25% saja).
2. Bandwidth total terlihat bertambah.
Dari dua clip di atas, kiranya jelas bagi pembaca, bahwa permainan IP Cam kita sebenarnya hanya di seputar ini. Silakan lakukan eksperimen sendiri dengan mengubah-ubah parameter IP Cam seperti telah kami bahas sebelumnya, lalu perhatikanlah pergerakan bandwidth-nya. Mengasyikkan, bukan?
O, ya. Kami penasaran, berapa sih bandwidth camera yang kami coba ini pada peak performance-nya? Untuk itu kami coba geber semua parameternya di-set ke arah maksimum seperti ini:
Dengan mengabaikan dulu peringatan ini:
Alhasil, pada kondisi cukup ekstrim ini camera memakan sedikitnya 10 Mbps, satu jumlah yang lumayan besar. Perhatikan hasil dari Task Manager di bawah ini.
Penutup

Sedikitnya kami mencatat beberapa hal penting seputar masalah ini, yaitu:
1.  Bandwidth IP Cam perlu dikenali dan dicermati dengan baik, sehingga nantinya bisa disesuaikan dengan kemampuan infrastruktur yang ada.
2. Faktor yang mempengaruhi bandwidth IP Cam secara berurutan adalah: Codec –> Resolusi –> Bit rate –> Frame rate. Selain itu, pada kebanyakan kasus, ternyata faktor cahayapun turut memberi kontribusi nyata terhadap besarnya bandwidth, khususnya saat kondisi gelap (malam hari).
3.  Dalam kasus umum, usahakan nilai total bandwidth ini tidak melebihi 70% dari bandwidth total yang tersedia. Misalkan kita memiliki 100Mbps, maka usahakan totalnya tidak melebihi 70Mbps (setara dengan max. 6 camera pada contoh di atas). Terdengar fantastis, bukan?

4. Jangan lupa perhatikan pula traffic jaringan dari peralatan lainnya, jangan sampai sang IT Manager dibuat “murka”, karena jaringannya diam-diam terbebani oleh IP Cam kita!

Demikian ulasan singkat dari kami. Semoga bermanfaat untuk pembaca sekalian. Salam!
 

Comments are closed.

 
%d bloggers like this: