RSS

Anatomi Fire Alarm Konvensional (Analog)

Anatomi Fire Alarm Konvensional (Analog)

Instalasi Fire Alarm bisa dimulai dari yang sederhana sampai dengan tingkatan kompleks. Sistem sederhana hanya memerlukan beberapa detector, satu panel dan fire bell. Sistem ini umumnya menggunakan cara analog dan dikenal  dengan istilah fire alarm konvensional.
Sedangkan sistem yang lebih kompleks biasanya menggunakan apa yang disebut dengan Addressable Fire Alarm. Perbedaan prinsip dari kedua sistem di atas sudah kami paparkan beberapa waktu lalu. Silakan lihat kembali di sini.
Perlu dijelaskan di sini, bahwa tidak setiap sistem analog itu sederhana. Terkadang dijumpai pula sistem analog yang melibatkan pompa hidran untuk pemadaman api (sprinkler system), sistem evakuasi (dengan PA System) dan  flow switch untuk memantau ketinggian level cairan. Sistem inilah yang menjadikannya kompleks, sedangkan sistem fire alarmnya sendiri sebenarnya cukup “sederhana”.
Pada topik kali ini kami akan coba jelaskan anatomi atau susunan dari dasar unit pada sistem fire alarm konvensional. Semoga bisa menambah wawasan kita.
Diagram dasar sistem fire alarm konvensional terlihat pada gambar di bawah ini.
Perhatikan jalur kabel di ujung sebelah kanan, tepatnya di unit MCP (Manual Call Point). MCP adalah saklar darurat untuk membunyikan fire bell saat terjadi gejala kebakaran. Biasanya unit MCP ini diletakkan berjajar dengan indicator lamp dan fire bell. Dengan demikian kita bisa memakai satu pipa ducting untuk kabelnya. Jika MCP merupakan detector terakhir, maka di unit inilah EOL Resistor (End Of Line) dipasang.
Jalur sebelah kiri MCP adalah jalur kabel untuk detector smoke atau heat. Detector ini dipasang pada dudukan yang disebut mounting base atau base plate. Pada sistem analog mounting base ini memiliki terminal 2-in 2-out. Nama terminal yang umum adalah L (+) dan C (-). Perhatikan gambar di atas untuk penarikan kabel fire alarm yang benar.

Jalur kabel ini dinamakan loop. Loop menentukan kapasitas zone suatu panel. Artinya, panel kapasitas 10 Zone memiliki 10 loop. EOL harus dipasang pada detector terakhir dan dalam satu loop hanya boleh ada 1 buah EOL saja. Konsekuensinya adalah kita tidak boleh membuat loop baru yang merupakan cabang dari loop yang ada. Perhatikanlah gambar di bawah ini:

Mengapa demikian? Karena panel akan “kehilangan” EOL untuk loop cabang, sehingga apabila kabel loop ini putus atau ada detector yang dicabut, maka panel tidak menunjukkan adanya trouble disconnected. Tentunya kabel putus yang tidak terdeteksi oleh panel akan membahayakan. Seandainya pada jalur ini terjadi kebakaran, maka panel tidak akan bereaksi membunyikan fire bell. Oleh sebab itulah instalasi fire alarm perlu mendapat pengawasan yang seksama, jangan sampai installer melakukan kekeliruan ini.

Fungsi TBFA (Terminal Box Fire Alarm) adalah untuk memudahkan pemeriksaan (troubleshooting) dan pemeliharaan (maintenance). Box ini biasanya berwarna merah (tidak seperti contoh!) agar bisa dibedakan dari terminal box PABX dan lainnya. Peletakkan terminal box fire bisa di ujung koridor gedung dengan maksud agar kabel bisa turun dengan mudah melalui lorong penghubung antar lantai yang disebut shaft. Di shaft inilah biasanya instalasi ME (Mekanikal Elektrikal) dilakukan, seperti jalur listrik, telepon, jaringan komputer, pipa air dan sebagainya. Shaft untuk Mekanikal pada umunya terpisah dari shaft Elektrikal.

Sebelum masuk ke panel utama, kabel dari TBFA diparkir dulu di MDFA. MDFA adalah Main Distribution Frame Fire Alarm yang merupakan kumpulan jalur utama dari setiap lantai atau lokasi. Khusus untuk jalur ini kita bisa memakai kabel dari jenis tahan api (FRC, Fire Resistant Cable) supaya sinyal supervisi tidak terputus oleh adanya kebakaran di sepanjang jalur ini.

Contoh Fire Resistant Cable
Pemasangan Fire Bell, Indicator Lamp dan Manual Call Point

Secara umum pemasangan tiga serangkai ini bisa dilakukan di tempat yang ditetapkan oleh Konsultan, misalnya di ujung koridor, di public area dan di tempat strategis lainnya. Pemasangan di sekitar fire escape route atau emergency door adalah ide yang baik, karena pengunjung bisa memecahkan kaca MCP sambil melalui jalur escape ini, sehingga fire bell berbunyi.
Tidak ada yang aneh dalam instalasi ketiga unit ini, karena masing-masing memerlukan kabel isi dua. Kita bisa menggunakan 3 buah kabel listrik NYMHY 2×1.5mm (atau tipe lain yang ditetapkan oleh Konsultan) di dalam pipa conduit semisal EGA High Impact atau Clipsal. Jika tidak ada persyaratan lain, maka umumnya instalasi dilakukan seperti ini:

Gambar di atas hanya bermaksud memperlihatkan instalasi tipikal dari ketiga unit tersebut. Dalam realisasinya, conduit harus dipasang menempel pada dak cor lantai atas dengan menggunakan klem dan fischer. Konsultan tidak akan mengijinkan menggantung conduit di rangka plafon, karena selain membebani rangka, bentangan pipa akan mengganggu instalasi mekanikal dan elektrikal lainnya, seperti ducting AC, lampu, ceiling speaker dan lain-lain.

 

Comments are closed.

 
%d bloggers like this: