RSS

Alarm Rumah (Bagian 2)

Alarm Rumah (Bagian 2)

Pengertian Zone

Zone artinya bagian dari rumah yang dilindungi oleh sensor. Bisa berupa pagar atau benteng, halaman depan-belakang, pintu-jendela ataupun ruangan-ruangan. Singkatnya, Zone adalah area yang diproteksi. Pembagian Zone paling bagus adalah seperti apa yang dikonsepkan oleh Optex. Mereka membagi Level Proteksi ke dalam 4 (empat) lapisan, yaitu:
Zone A : Perimeter, yaitu batas keliling rumah paling luar (pagar).
Zone B : Middle Area, yaitu halaman rumah.
Zone B : Boundary, yaitu jendela-jendela rumah.
Zone C : Interior, yaitu ruangan di dalam rumah.
Tetapi terus terang kami lebih senang membaginya seperti ini:
Zone A :  Perimeter  (Pagar)
Zone B :  Outdoor Area  (Halaman)
Zone C :  Door and Windows (Pintu-Jendela)
Zone D :  Indoor Area  (Ruangan)


Alasannya adalah penamaan area seperti ini terasa lebih spesifik bila dikaitkan dengan jenis sensor yang digunakan.

Idealnya ke-4 area ini semuanya dilindungi,  sehingga syarat Aman (Secure) bisa dipenuhi. Hanya faktor budget pun patut mendapat pertimbangan. Proteksi total seperti ini memakan biaya besar dan dalam banyak hal sulit melakukan pengontrolan maupun perawatan. Oleh sebab itu, ada sebagian customer yang hanya memprioritaskan proteksi di salah satu atau dua Zone saja, misalnya di Zone C dan D atau B dan C. Bahkan, ada yang hanya di Zone C saja, karena dari sisi budget dinilai paling ekonomis. 


Baiklah mari kita mengenal jenis sensor atau detector untuk masing-masing Zone di atas.

Jenis Sensor untuk  Zone A (Pagar, Benteng atau Halaman Paling Luar)
Pagar adalah daerah yang pertama kali dilewati oleh pencuri, sehingga untuk melindunginya diperlukan sensor Infra Red Beam. Sensor ini terdiri dari bagian Transmitter (Pemancar) dan Receiver (Penerima), sehingga selalu berpasangan. Bagian Transmitter memancarkan sinar infra merah yang tidak terlihat oleh mata telanjang dan diterima oleh bagian Receiver. Sinar ini membentang menyerupai garis polisi (police line). Jika pencuri memotong sinar ini, maka akan terjadi alarm.
Ketinggian pemasangan yang disarankan adalah 0.4m di atas   tembok benteng atau 0.75m di atas permukaan yang dekat dengan pintu dan jendela. Alasannya adalah jika terlalu rendah, dikhawatirkan akan terjadi False Alarm oleh hewan peliharaan seperti kucing, anjing ataupun kelinci. Namun jika terlalu tinggi, maka akan mudah diterobos dari bawah. Keterbatasan sensor ini adalah memerlukan area yang lurus, sehingga untuk melindungi bidang berbentuk U diperlukan tiga pasang (misalnya pada pemasangan di atas tembok halaman belakang). Selain itu pemasangan di daerah rimbun biasanya mengundang semut. Pola radiasinya adalah seperti ini:
Parameter yang terpenting adalah soal jarak. Tergantung dari merk dan tipenya, sensor ini ada yang memiliki jarak proteksi mulai dari 15m, 20m, 30m, 40m, 100m, bahkan sampai 200m. Bentuknyapun ada beberapa macam, antara lain seperti ini:
 
 

Comments are closed.

 
%d bloggers like this: