RSS

Hello world!

01 Feb

Ruwetnya Istilah pada CCTV


Pengantar

Kendati sudah terbilang cukup lama berkecimpung di bidang CCTV, namun tak jarang kita dibuat bingung oleh istilah teknis yang tercantum pada spec. teknis satu produk. Contohnya: Pernahkah anda bingung dengan parameter resolution, dimana pada camera dinyatakan sekian TVL, namun mengapa pada DVR digunakan istilah CIF, D1, Half D1 dan sebagainya? Jika ya, kami yakin anda tidak sendirian, paling tidak kamipun sama dengan anda. Namun, siapapun kita, entah itu sebagai vendor, marketing, sistem integrator, maupun teknisi, hendaklah dapat memberikan pemahaman yang baik terhadap customer seputar istilah-istilah seperti itu.
Insya Allah dalam beberapa hari ke depan, kami akan menurunkan uraian singkat yang berkenaan dengan persoalan Resolution ini. Semoga berguna bagi anda. Stay Tune!

Rabu, 14 November 2012

Elemen Penting Instalasi Speed Dome

Saat melakukan instalasi speed dome, adakalanya kita kurang memperhatikan hal-hal yang tampaknya sepele. Kami sering mendapati camera speed dome yang tiba-tiba macet atau menunjukkan gelagat aneh lainnya tak berapa lama pasca instalasi. Kerusakan tersebut bisa tergolong “kecil”, seperti gambar menjadi pudar, cacat, tidak keluar gambar, “menengah” seperti korosi dan kemasukan serangga, hingga “parah” semisal papan rangkaian hangus terbakar. Tentu saja, seberapapun tingkat kerusakannya, hal itu akan sangat menyita waktu dan tenaga mengingat memasang speed dome tergolong pekerjaan sulit. Nah, pada kesempatan ini kami akan memaparkan sedikit tips agar Speed Dome terhindar dari kerusakan dini pasca instalasi.
1. Perhatikan Kabel
Pada Speed dome umumnya ada 3 (tiga) kabel yang harus ditarik, yaitu:
– Kabel power.
– Kabel data.
– Kabel video.
Oleh sebab kebanyakan dome memakai power 24VAC, maka usahakanlah agar letak adaptornya sedekat mungkin dengan camera. Menyiapkan sumber listrik 220VAC di tiang camera atau di dekatnya merupakan ide yang baik. Hal ini guna menghindari drop tegangan jika power 24VAC dialirkan dari tempat jauh, apalagi jika camera memakai tegangan DC12V.
Sedangkan kabel data diklaim bisa mencapai jarak hingga 1200m dengan kabel isi 2 (twisted pair). Kendati demikian, tidak sedikit teknisi yang menariknya secara “home-run” dengan alasan kepraktisan. Adapun yang benar adalah menariknya secara “daisy-chain”. Silakan simak kembali uraian kami di sini. Apabila tetap ingin menariknya secara “home run”, maka kita perlu menambahkan alat yang disebut Data Distributor.
2. Perhatikan Lintasan Kabel
Ini masalah klise! Namun, kami menekankan bahwa menghindari gangguan lebih disukai ketimbang “menerjang” lokasi yang jelas-jelas beresiko, seperti mesin pembangkit listrik, mesin pabrik, genset dan semisalnya. Upayakanlah agar kabel tidak melintasi lokasi “angker ” seperti ini, sebab tidak ada jaminan bagi sinyal video untuk sampai di monitor dengan sempurna.
3. Perhatikan Grounding
Inipun sama klisenya dengan nomor 2. Bahkan, saking klisenya para installer tidak pernah memperhatikan lagi persoalan penting ini. Kendati speed dome sudah dilengkapi proteksi nan canggih di tiga inputnya (power, data dan video), tetapi semua itu akan sia-sia tanpa hubungan grounding yang baik.
4. Gunakan Kabel Berkualitas Baik 
Instalasi speed dome bisa berumur panjang dan salah satu faktor penunjangnya adalah kualitas kabel yang baik. Kualitas selalu identik dengan harga. Jadi, jangan pernah “gambling” dalam hal ini!
5. Perbaiki Kualitas Pemipaan
Kabel yang baik dan mahal tidak berumur lama tanpa ditunjang dengan pemipaan yang baik. Pastikan tidak ada “kebocoran” pada pipa, baik pada saat dipasang outbow, apalagi jika ditanam dalam tanah. Bekerjalah seperti tukang ledeng / plumbing dengan memperhatikan setiap sambungan agar tidak bocor.
6. Waspadai Efek Grounding 
Pernahkah ada mengalami kabel yang “short” terhadap tembok atau tiang (nge-ground)? Jika ya, maka hal itu lumrah pada instalasi, asalkan tidak sering. Ini akibat dari penarikan kabel yang kurang hati-hati, sehingga kabel terkelupas. Waspadailah dengan mencermati setiap titik sambungan kabel yang dibuat.
7. Tetapkanlah Address Sejak Awal
Ini akan membantu, karena saat dome sudah dipasang di tiang, kita akan kesulitan dalam menjangkau DIP switch untuk mengatur address.
8. Permudah Hubungan Kabel Data antar Camera
Jika menerapkan hubungan daisy-chain, maka upayakanlah agar kita mudah jika harus memutus dulu hubungan data ke camera lain. Ini penting saat kita melakukan troubleshooting.
9. Tetapkanlah Arah Utara
Jika speed dome dilengkapi dengan menu “North Direction”, maka usahakanlah dia menunjuk ke arah yang benar, yaitu Utara. Ini membuat instalasi menjadi lebih profesional.
10. Tetapkanlah Fungsi Sesuai dengan Keinginan User
Guna menghindari kerja dua kali, maka pastikanlah user hadir saat akan menetapkan Preset, Home, Swing, Tour atau Pattern, sehingga tidak diubah-ubah lagi.
Semoga bermanfaat.

Senin, 12 November 2012

Kembali Menyoal Kapasitas Storage DVR


Pengantar
Pertanyaan mengenai berapa lama satu DVR bisa merekam masih meninggalkan “misteri” yang tidak setiap orang bisa menjawabnya dengan pasti. Tak terkecuali apakah dia seorang sales marketing, system engineer atau teknisi lapangan, pada umumnya mereka akan “kelabakan” jika ditanya masalah ini secara spontan oleh calon customer. Hal ini bisa dimaklumi mengingat pertanyaan seperti itu sifatnya sangat terbuka. Artinya, cakupannya terlalu luas dan melibatkan sejumlah variabel dan parameter. Jadi sangatlah pantas jika kita kelabakan dalam menjawabnya. Nah, bagaimana cara menjelaskannya kepada customer agar pertanyaan mereka ini bisa dijawab, tanpa kita asal menerka?

 
Leave a comment

Posted by on February 1, 2013 in Uncategorized

 

Comments are closed.

 
%d bloggers like this: